Makassar, Tribun ? Bank Muamalat Indonesia timur berencana melakukan ekspansi di kredit usaha khususnya bagi sektor usaha kecil dan menengah (UKM), termasuk penguatan jaringan melalui Baitul Maal Wattamwil (BMT).
Â"Tahun ini direncanakan nilai platform kredit yang disiapkan sekitar Rp 200 miliar," ujar Regional Manager VII Bank Muamalat Indonesia Timur, Mustofa Kamil di Makassar, Senin (22/1).
Â
Akhir Desember 2006 lalu, bank yang pertama menerapkan sistem keuangan syariah ini, menyalurkan kredit UKM sebesar Rp 216 miliar yang sebagian disalurkan melalui BMT binaan.Dana pihak ketiga (DPK) Rp 231 miliar sebagian besar diperoleh dari 25 ribu penabung tabungan Shar?e, aset Rp 243 miliar, dan laba Rp 10,2 miliar.Â
ÂSistem yang diterapkan yakni sistem bagi hasil dan jual beli. Bank Muamalat Indonesia timur (Intim) membawahi sembilan kantor unit di Intim, diantaranya Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado dan Ambon.
ÂMustofa Kamil menjelaskan, peningkatan jumlah pembiayaan tahun ini merupakan komitmen untuk membina UKM dan BMT. Di Sulsel ada sekitar 50 BMT yang sudah menyalurkan kredit UKM tahun 2006 lalu.
?Direncanakan nilai ekspansi mencapai Rp 200 miliar dengan target Rp 140 miliar yang sebagian besar akan disalurkan ke sektor UKM, termasuk pembinaan BMT,? kata Mustofa.
Khusus pembinaan BMT, menurutnya, akan diberikan bantuan minimal Rp 25 juta. Ia menambahkan, BMT bisa saja menerima pembiayaan hingga Rp 20 miliar lebih, namun semua tergantung kesiapan dan market share- nya.
ÂDirektur Bank Muamalat, Herbudhi S Tomo menambahkan, secara nasional budget pembiayaan tahun ini disiapkan sebesar Rp 13 triliun atau naik 100 persen. Akhir tahun 2006 lalu, budget pinjaman yang dikucurkan sekitar Rp 6,8 triliun.
ÂDimana 70 persen disalurkan untuk pembinaan UKM/BMT di Indonesia. Sisanya akan dialokasikan untuk pembiayaan sektor komersial. Namun Herbudhi menyatakan, penyaluran pinjaman akan melalui BMT yang sudah menjalin kerjasama dengan Bank Muamalat.
?Tahun ini fokus pada penguatan jaringan ke daerah-daerah. Budget pembiayaan dinaikkan dua kali lipat atau naik 100 persen dari tahun 2006 lalu,? tuturnya.
ÂDIREKTUR Bank Muamalat, Herbudhi S Tomo mengungkapkan, Bank Muamalat tahun ini akan menambah 2.000 Baitul Maal Wattamwil (BMT) di Indonesia. Saat ini saja sudah 3.000 BMT yang menjalankan sistem keuangan syariah Bank Muamalat.
BMT ini berfungsi untuk mengembangkan dan menambah UKM dengan cara pembiayaan dan tabungan Shar?e. Sementara BMT yang ingin menjalin kerjasama cukup memiliki modal kerja sebesar 20 persen.
ÂHasil kerjasama ini memungkinkan BMT menerima bantuan dana minimal RP 25 juta, Rp 100 juta hingga lebih dari Rp 20 miliar. Persayaratan untuk bermitra cukup berbadan hukum koperasi dengan kredibilitas teruji.
ÂNamun ia mengaku, Bank Muamalat dapat memprakarsai pembentukan BMT di daerah- daerah. Data Desember 2006 lalu, aset nasional Bank Muamalat naik sebesar Rp 8,4 triliun. Tahun ini ditargetkan tumbuh sekitar 100 persen atau sebesar Rp 16 triliun. (pay)
Senin, 22-01-2007