Siapa yg Online

We have 3 guests and no members online

Agenda

No events

Forum

No posts to display.

Facebook Image

Info Alumni TIN

Situ Gede Jadi Lokasi Peringatan Hari Air Sedunia

Hari AirPeringatan Hari Air Sedunia ke-15 tahun 2007 tingkat Provinsi Jawa Barat diselenggarakan dalam rangkaian acara yang pada intinya dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan sumber-sumber air untuk hidup dan kehidupan baik masa kini mapun masa mendatang, serta dalam rangka rehabilitasi lahan kritis sebagai upaya mengatasi kekeringan dan penanganan bencana banjir. Namun untuk kali ini, acara peringatan tersebut digelar di Kota Bogor, tepatnya di lokasi wisata Situ Gede, Kelurahan Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat, Kamis (22/3) dengan dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Danny Setiawan, yang secara simbolis melakukan aksi penanaman 1.000 bibit pohon serta melepas 2.500 ekor ikan patin dan nila gift di danau Situ Gede tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Danny Setiawan mengungkapkan, sudah selayaknya pelestarian air dan sumber-sumbernya mendapat perhatian dari kita semua yang memanfaatkannya, karena air sampai kapanpun akan dianggap sebagai sumber hidup dan kehidupan seluruh umat manusia. Namun harus diakui bahwa kita masih seringkali lalai didalam menjaga dan melestarikan sumber daya air tersebut. "Banyak bencana besar yang terjadi akibat dari kelalaian tersebut, seperti bencana banjir dan kekeringan saat musim kemarau datang," ungkapnya.

Dikatakannya, permasalahan air yang selama ini sering menyebabkan terjadinya bencana alam, seharusnya dapat kita sikapi permasalahan ini secara lebih bertanggung jawab. Karena apabila permasalahan ini terus dibiarkan, maka hal ini lambat laun akan menuai berbagai bencana yang lebih dahsyat bagi kelangsungan hidup kita saat ini dan nanti. "Jika kita tidak bisa melestarikan dan menjaga berbagai sumber air, maka kita telah dianggap sebagai orang tua yang tidak bisa mewariskan sesuatu hal yang baik kepada anak cucu kita," ujarnya.

Lebih lanjut Danny menjelaskan, air bagi masyarakat Sunda dinilai memiliki arti tersendiri, karena orang Sunda beranggapan bahwa air tidak hanya berfungsi dan kegunaannya, tetapi dianggap sebagai wujud nilai-nilai yang pesan dan amanatnya akan selalu aktual sepanjang masa. "Karena itu tidaklah mengherankan apabila dalam kehidupan keseharian orang Sunda pada masa dahulu kala sering mengsakralkan sumber mata air, namun dibalik itu semua tersimpan sebuah kearipan lokal agar sumber air dan alirannya selalu terjaga kelestariannya," jelasnya.

Sementara itu, Walikota Bogor, Diani Budiarto mengatakan, kegiatan peringatan Hari Air Sedunia ke-15 yang digelar di Kota Bogor kali ini, menjadi suatu kehormatan bagi kami Pemerintah Kota Bogor dan seluruh masyarakat. Dirinya menuturkan bahwa peringatan ini tidak semata-mata untuk sekedar seremonial saja, akan tetapi juga harus dimaknai sebagai sebuah bagian upaya kita semua untuk membangun dan memelihara kesadaran yang sama untuk selalu menjaga kelestarian sumberdaya air. "Hal ini semakin terasa diperlukan, karena saat ini ketersediaan air sebagai sumber kehidupan telah memasuki fase kritis. Hal ini terungkap melalui kajian global dari World Water Forum ke-2," katanya.

Menurutnya, krisis air ini diakibatkan oleh masih lemahnya management pengelolaan sumberdaya air, sehingga ketika musim hujan tiba menyebabkan banyak air hujan terbuang kelaut dan kurang terserap kedalam tanah untuk menjadi cadangan air untuk musim kemarau. Selain itu juga, situasi debit musiman yang tinggi juga menjadi salah satu faktor penyebab meningkatnya ancaman krisis air. "Dan bukan itu saja, krisis air ini juga diakibatkan dari adanya pencemaran air yang semakin meluas, terutama saat sungai diperlakukan tidak hanya sebagai tempat pembuangan berbagai jenis limbah. Ancaman krisis air ini seyogyanya dapat membangunkan kesadaran dan kemauan kita untuk lebih menguatkan kelembagaan dan peraturan terhadap penggunaan air serta pemakaian air yang tidak efisien," tuturnya. (Apeng).-