Siapa yg Online

We have 2 guests and no members online

Agenda

No events

Forum

No posts to display.

Facebook Image

Info Alumni TIN

NAIST Jepang dan IPB Gelar One Day Seminar on Biotechnology

IPBNara Institute of Science and Technology (NAIST) Jepang bekerjasama dengan Pusat Penelitian Sumberdaya Hayati dan Bioteknologi dan Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar ?One Day Seminar on Biotechnology? Kamis (29/3) di Ruang Sidang Senat Akademik Kampus IPB Darmaga. ?Seminar ini merupakan inisiasi kerjasama yang akan dijalin antara IPB dengan NAIST ke depannya,? kata Rektor IPB, Prof.Dr.Ir. Ahmad Ansori Mattjik dalam sambutannya.

Bentuk-bentuk kerjasama yang akan dijalin IPB dan NAIST antara lain pertukaran pelajar, pertukaran dosen, kerjasama riset, seminar, simposium serta sejenisnya. ?Kerjasama dan ini penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia IPB. Selama ini IPB termasuk salah satu perguruan tinggi terbesar Indonesia yang berkomintmen dan mendorong peningkatan kualitas sumberdaya manusia untuk menghadapi daya saing global,? tutur Rektor IPB.

President of NAIST, Prof.Kunio Yasuda mengatakan senang bisa menjalin kerjasama dengan IPB. Kunio kemudian menyampaikan profil singkat NAIST. ?NAIST didirikan tahun 1991 di kota Nara. NAIST merupakan universitas yang kecil dengan total jumlah staf pengajar NAIST 217 orang. Kami baru mempunyai empat departemen yaitu Departement of Information Processing, Departement of Information System, Departemen of Bioinformatic and Genomics dan Information Technology Center,? ungkap Kunio.

Seminar One Day on Biotechnology yang dimoderatori Dr. Tuti Widiastuti menghadirkan tiga pembicara NAIST. Prof. Naotake Ogasawara mengangkat tema ?Bacillus minimum genome factory-Reduction of the genome size in Bacillus subtilis?. Prof. Atsuhiko Simyo mempresentasikan ? Plant biotechnology is a key technology in the 21st century?. Prof. Masashi Kawaichi membawakan materi ?Atcay and kinesin in hereday ataxia of mouse and man?.

? Bioteknologi genetik tanaman sangat penting bagi masa depan manusia. Kita bisa memanfaatkan bioteknologi ini untuk mengubah sisa tanaman sebagai sumber energi terbarukan dan bahan baku industri, meningkatkan dan memperbaiki produksi biomassa,? kata Prof. Simyo. Menurutnya, bioteknologi ini sangat cocok bagi Indonesia yang mempunyai potensi keaneragaman hayati besar penghasil biofuel.

Prof. Masashi menambahkan isolasi gen yang telah di-secreening NAIST diantaranya HtrAl serine protease. ?Penelitian ini diujikan pada otak dan tulang tikus dewasa untuk menyembuhkan penyakit Alzheimer?s, Osteorthritis, dan hubungan usia dengan molekul gen retina mata,? kata Masashi. (ris)