Siapa yg Online

We have 2 guests and no members online

Agenda

No events

Forum

No posts to display.

Facebook Image

Info Alumni TIN

Menpora Adhyaksa Raih Gelar Doktor di IPB

IPBAdhyaksa Dault berhak menyandang gelar Doktor Teknik Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB), setelah ia dinyatakan lulus dalam mempertahankan disertasinya berjudul ?Peningkatan Peran Pemuda dalam Pembangunan Kelautan dan Perikanan di Kabupaten Sukabumi? dalam ujian terbuka doktor yang digelar di Auditorium Rektorat Kampus IPB Darmaga, Rabu (14/3). Kelulusan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI tersebut disampaikan oleh Ketua Sidang Ujian Doktor, Prof.Dr.Ir. Khairil Anwar Notodiputro, MS., yang juga Dekan Sekolah Pascasarjana IPB.

?Setelah mendengar keterangan, pemikiran dan pertimbangan dewan penguji, saudara Adhyaksa Dault dinyatakan lulus,? kata Khairil yang disambut tepuk tangan hadirin. Adhyaksa pun berkali-kali mengucapkan terima kasih dan kemudian segera berdiri menghadap kiblat, melakukan sujud syukur di atas panggung, tepat di samping kursi tempat ia duduk.

Dewan penguji terdiri dari penguji utama dan penguji tambahan. Penguji utama adalah komisi pembimbing, yang diketuai oleh Prof.Dr.Ir. Rudy C. Tarumingkeng, M.F, dengan anggota Prof.Dr.Ir. John Haluan, M.Sc., Dr.Ir. Manuwoto, M.Sc., Dr. Tommy H. Purwaka, SH, LLM., dan Dr.Ir. Victor P.H. Nikijuluw, M.Sc.

Sementara, penguji tambahan (penguji luar komisi), yaitu Prof.Dr.Ir. Daniel R. Monintja, M.Sc (Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB), dan Prof.Dr. Meutia Farida Hatta (Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia yang juga Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan RI).

Ujian Doktor diawali dengan mendengarkan presentasi disertasi Adhyaksa selama 30 menit, dilanjutkan dengan pengajuan pertanyaan oleh para penguji. Dalam presentasinya Adhyaksa menjelaskan, minat generasi muda untuk bekerja pada usaha perikanan cenderung semakin berkurang, paling tidak dinilai dari kurangnya minat pemuda yang masuk sekolah kedinasan (kejuruan) perikanan.

Adhyaksa melanjutkan, gejala menurunnya kualitas dan kuantitas sumberdaya manusia pada sektor perikanan terjadi secara global. Ia mengutip tulisan Dr.Ir. Victor P.H. Nikijuluw, M.Sc., yang mencontohkan tentang turunnya jumlah orang muda yang kuat dan berprestasi yang menjadi nelayan di Jepang dan Korea.

?Hal ini disebabkan karena bisnis menangkap ikan dinilai sebagai bisnis yang memiliki sifat dangerous, dirty, dan desperate maka orang muda berhenti menjadi nelayan atau tidak mau masuk bekerja pada usaha ini,? ujarnya.

Disamping kecenderungan jumlah generasi muda yang berkurang pada usaha perikanan, masalah lain yang dihadapi oleh industri perikanan Indonesia adalah kualitas sumberdaya manusia yang rendah, setidaknya dilihat dari latar belakang pendidikan formal. Dengan kondisi kualitas sumberdaya manusia nelayan seperti ini, serta kecenderungan nelayan usia tua yang tinggal di dalam usaha perikanan, maka adalah salah satu upaya yang tidak ringan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas dan pada akhirnya kinerja sektor perikanan.

Karena itu, masih dalam disertasinya, Adhyaksa menyarankan agar program yang akan dilaksanakan Dinas Kelautan dan Perikanan sebaiknya melibatkan masyarakat, termasuk pemuda, sejak perencanaan, pelaksanaan hingga monitoring dan evaluasi sehingga mereka merasa memiliki. ?Keterlibatan pemuda bisa memberikan semangat atau ide-ide baru dalam pembangunan kelautan dan perikanan,? tandas Adhyaksa yang mendaftarkan diri menjadi mahasiswa S-3 IPB pada tahun 2003.

Selain itu, kebijakan publik harus menjangkau kalangan masyarakat secara lebih luas termasuk pemuda. Usia yang masih relatif muda, terang Adhyaksa, akan memberikan harapan bahwa pemuda akan lebih produktif, jika kebijakan publik yang ada bersifat kondusif dan aktual sesuai minat, kemampuan dan manfaat yang akan diperoleh.

Di akhir presentasinya, Adhyaksa mengajak IPB selaku perguruan tinggi untuk bersama-sama membuat program yang mengarah pada peningkatan dan pembangunan sektor kelautan dan perikanan Indonesia, agar dapat lebih diminati oleh generasi muda. Hal ini sekaligus menjawab pertanyaan Dekan Sekolah Pascasarjana, Prof.Dr. Ir. Khairil Anwar Notodiputro, MS., terkait bagaimana caranya agar bidang perikanan diminati oleh para pemuda.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut antara lain, Menteri Koperasi dan UKM RI, Surya Dharma Ali, Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal RI, Syaifullah Yusuf, sejumlah pimpinan IPB, Rektor Universitas Trisakti, Prof.Dr. Thoby Mutis, dan para pemuda yang tergabung dalam Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). (nm)

Sumber : http://www.ipb.ac.id/ipb-bhmn/