|
ipb.ac.id - Agrinex Expo adalah event pameran agribisnis
yang dikemas dengan beberapa acara seperti lomba, seminar dan talkshow
yang bertujuan mengedukasi publik tentang dunia agribisnis sehingga
terbangun paradigma baru agribisnis Indonesia yang mensejahterakan
rakyat. Maka motivasi utama perusahaan swasta, BUMN, litbang, perguruan
tinggi, pemerintah pusat, pemerintah daerah dan UKM yang ikut sebagai
peserta dan sponsor Agrinex Expo adalah kepedulian terhadap upaya
percepatan pembangunan agribisnis Indonesia tidak semata target
penjualan. Lewat Agrinex terlihat besar kecilnya komitmen para
stakeholder agribisnis terhadap pembangunan agribisnis itu sendiri.
Pembangunan agribisnis akan lebih cepat dan
tepat sasaran bila semua stakeholder memiliki visi yang sama dan
bersama-sama mengedukasi publik sehingga publik bersimpati, berempati,
dan selanjutnya mendukung berbagai upaya yang dilakukan pemerintah,
DPR, swasta dan perguruan tinggi di sektor agribisnis. Agrinex Expo
2007 dan 2008 disponsori oleh Sampoerna Agro yang dengan dana sponsor
tersebut selain membiayai promosi event juga mensubsidi kesertaan
pelaku usaha UKM dan litbang sektor agro di Agrinex Expo. Agrinex Expo
2009 adalah Agrinex Expo ke-3 yang digelar dengan kerjasama antara
Departemen Pertanian, IPB, HIPMI, DEKOPIN dan Performax. Agrinex Expo
2009 digelar dalam situasi turunnya harga produk pertanian, khususnya
produk perkebunan, sehingga Agrinex Expo 2009 cukup sulit di dalam
mensubsidi kesertaan UKM dengan harga murah akibat kurangnya sponsor
dari industri pertanian, khususnya perkebunan kelapa sawit yang selama
dua tahun menjadi sponsor utama di Agrinex Expo.
Agrinex 2007 diikuti 201 stand peserta, tahun 2008 diikuti 245 stand
peserta dan tahun 2009 ini diikuti 197 peserta dan 30% di antaranya
adalah UKM. Hal tersebut karena belum semua peserta UKM dapat
diakomodir ikut di Agrinex Expo dengan harga yang sama dengan Agrinex
Expo sebelumnya.Untuk meningkatkan potensi pembiayaan UKM sektor agro
di Agrinex Expo, maka untuk pertama kali di Agrinex Expo 2009 ini
disertakan CSR (Corporate Social Responsibility) dan program PKBL
(Program Kemitraan dan Bina Lingkungan) perusahaan BUMN dan swasta
besar untuk mensubsidi kesertaan UKM. PT. Antam, PT. Telkom, PT. Timah,
PT. Adaro Indonesia dan Bosowa Foundation dapat ikut berpartisipasi
dalam program ini.
Agrinex Expo 2009 dimulai pada Rabu (11-14/3) dan di Jakarta Convention
Centre dan diwarnai berbagai acara diantaranya Dialog Interaktif
Inovasi Unggulan Badan Litbang Pertanian Mendukung Pengembangan
Agribisnis; Seminar Nasional Potensi Investasi Peternakan di KawasanIndonesia Timur; Seminar Nasional Building Strategy for Agribusiness
Competitiveness, serta aneka Talkshow dengan topik-topik: "Kebangkitan
Agribisnis Nasional di Mata Pengusaha Muda", "Industri Sawit Dalam
Negeri Menyikapi Pasar Ekspor"; "Langkah UKM Sektor Agro di Tengah
Krisis Ekonomi Global"; "Peran Litbang dan LSM dalam Pengembangan
Teknologi Pertanian"; "Peran Koperasi dalam Program Ketahanan Pangan
Nasional"; "Peran Alumni IPB bagi Pengembangan Agribisnis Indonesia";
"Kebijakan Pemerintah Sektor Peternakan di Mata Pengusaha". Agrinex
Expo 2009 juga dimeriahkan dengan digelarnya Pameran Foto Potensi
Agribisnis Maluku Utara dan lomba Penulisan Berita dan foto tentang
Pangan Berdasarkan Potensi dan Kearifan Lokal.
Mengapa Agrinex Expo tetap digelar dalam situasi harga produk
pertanian, khususnya perkebunan sedang jatuh dan dana sponsor yang
terbatas? Jawabannya adalah promosi akan potensi agribisnis menjadi
sesuatu yang penting dalam upaya terus menggairahkan minat investasi di
sektor ini karena kebutuhan akan pangan dan energi akan terus mengalami
peningkatan seiring pertambahan jumlah penduduk.
Sampai saat ini belum ada pameran agribisnis yang paripurna sekaligus
media edukasi publik seperti Agrinex Expo sehingga eksistensi Agrinex
Expo patut dipertahankan, dan itu tanggung jawab bersama para
stakeholder, antara lain pemerintah (Departemen Pertanian RI),
penghasil sumber daya manusia berkualitas (IPB), pelaku usaha (HIPMI)
kelembagaan petani (DEKOPIN), pelaku bisnis pameran (Performax) dan
media massa (para media pendukung Agrinex Expo), serta para ahli di
sektor agribisnis (para pembicara seminar dan talkshow Agrinex Expo).
Patut disyukuri, dukungan media belakangan terus bertambah terhadap
Agrinex Expo.
Ketua Penyelenggara Agrinex Expo 2009, Ir. Rifda Ammarina mengatakan,
harapan untuk Agrinex Expo menjadi event expo agribisnis internasional
ditunda sampai kondisi pasar finansial dan produk agribisnis dunia
membaik. Selain itu, agenda rutin tahunan Agrinex ini diharapkan dapat
membangunkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sektor pertanian.
Telah terbukti, sektor pertnian merupakan sektor yang paling tahan
terhadap gejolak krisis ekonomi.. Selain itu diharapkan pula dapat
mengubah paradigma pembangunan pertanian yang tidak hanya on farm
belaka. Pertanian harus dipandang secara utuh, dari hulu hingga hilir
dalam satu kesatuan sistem pengelolaan. Momen seperti ini juga
diharapkan bisa semakin menyadarkan pentingnya pertanian sebagai
platform pembangunan perekonomian bangsa Indonesia. (man/nUr)
Jadikan sebagai favorit (72) | Views: 967
Hanya Anggota Terdaftar yang dapat memberikan komentar. Silakan login atau mendaftar terlebih dahulu. |