


| No events |
No posts to display.
Business Leadership for Global Competition, mungkin itu inti dari keynote speak Wakil Presiden RI Drs.H.M.Jusuf Kalla, dalam seminar bisnis, dengan tema ? Business Leadership : A Key to Global Competitiveness?, pada penglepasan 177 Alumni Program Magister Manajemen Agribisnis (MMA) tahun akademik 2006/2007 di Hotel Grand Hyatt, Sabtu, (7/4) Jakarta.
Wakil Presiden menjelaskan beberapa poin penting mengenai kondisi daya saing bisnis (Business Competitiveness) di Indonesia dibandingkan dengan Negara-negara lain berikut faktor-faktor yang menentukan daya saing bisnis tersebut.
?Kunci keberhasilan pembangunan ekonomi suatu Negara adalah adannya dunia usaha yang kuat dan berdayasaing tinggi. Oleh karena itu, upaya meningkatkan dasasaing dan membangun keunggulan kompetitif bagi bisnis/produk Indonesia merupakan tanggungjawab berbagai kalangan, bukan saja bagi para pelaku bisnis itu sendiri, tetapi juga bagi aparat birokrasi, berbagai orgnisasi dan anggota masyarakat yang merupakan lingungan kerja dari business corporate,? ujarnya.
Menurutnya, bagi pelaku bisnis sendiri peningkatan keunggulan bersaing dapat dibangun apabila terdapat kesadaran yang tinggi terhadap faktor produktifitas, profesionalisme, kreatifitas, di samping prilaku yang mengutamakan peningkatan efisiensi, kualitas produk, dan layanan yang prima. Semua ini merupakan penentu utama keberhasilan menghadapi global competition.
?Daya saing Indonesia menurut World Economic Forum (WEF) cenderung membaik. Pada tahun 2005 posisi Indonesia berada di urutan 69 dari 104 negara, sedangkan pada tahun 2006 berada pada peringkat 50 dari 117 negara yang diukur? paparnya
Namun demikian, beliau mengatakan, bila dibandingkan dengan negara-negara asia lainnya seperti Singapura, Jepang, Malaysia dan Thailand, peringkat Indonesia tersebut masih tertinggal. Hal ini mencerminkan masih lemahnya dayasaing Indonesia pada tataran global.
?Menurut Institute of Mangement Development (IMD), posisi dayasaing Indonesia justru menunjukan kecenderungan menurun, dari posisi ke 59 dari 60 negara yang diukur (tahun 2005), turun menjadi ke posisi 60 dari 61 negara yang diukur (2006). Dengan demikian, kita perlu lebih bekerja keras dan cerdas untuk memperbaiki posisi daya saing Indonesia tersebut,? ujarnya.
Ditambahkannya, salah satu faktor yang berperan penting dalam meningkatkan dayasaing suatu organisas atau perusahaan adalah faktor kepemimpinan. Kepemimpinan dapat dijadikan indikator utama dalam memperoleh keberhasilan oleh sebuah organisasi bisnis. Baik itu organisasi bisnis pemerintahaan maupun swasta.
?Dengan kepemimpinan yang baik, suatu organisasi bisnis akan mampu menjalankan kapital maupun kelembagaan secara optimal. Di samping itu, saat ini telah terjadi pergeseran mendasar dalam lingkungan bisnis yaitu terjadinya peningkatan intensitas persaingan dan kompleksitas usaha sehingga suatu organisasi dituntut harus responsif, adaftif dan lebih fleksibel. Dengan demikian, peran kepemimpinan dalam mengembangkan organisasi bisnis tersebut sangat menentukan, baik kepemimpinan pada tingkatan puncak , menengah maupun tingkatan operasional,? ujarnya.
Menurutnya, dalam menghadapi global competition dalam suatu organisasi bisnis harus mampu membangun sistem dengan value dan coorporate culture yang tepat, serta struktur organisasi yang mampu beradaptasi dengan dinamika perubahan lingungan dan menopang tercapainya dayasaing yang tinggi.
Organisasi tersebut diharapkan memiliki kemampuan yang tinggi untuk mengantisipasi dan menjawab keutuhan di masa yang akan datang, di samping mampu memecahkan berbagai permasalahan yang dihadapi saat ini.
Menyikapi permasalahan di atas dan dalam rangka penguatan bisnis dan kondisi perekonomian nasional yang mampu mendorong peningkatan dayasaing bisnis dan iklim investasi dalam persaingan global, maka dibutuhkan kepemimpinan bisnis (business leadership) yang mempunyai pemikiran jauh ke depan.
?Dengan bekal pemikiran itu pemimpin mampu menciptakan pergeseran paradigma untuk mengembangkan praktek-praktek organisasi saat ini ke arah masa depan yang lebih baru dan lebih relevan,? ujar wapres. (man/zul)
Sumber : http://www.ipb.ac.id/ipb-bhmn