spacer.png, 0 kB
   Home arrow Agroindustri
spacer.png, 0 kB
Agroindustri
Sabun Transparan Diminati untuk Hadiah Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Oleh: V-27   
26 Maret 2007

sabun_transparan_love.jpgBogor, Kompas - Sabun transparan dari Bogor, yang merupakan hasil penelitian dan pengembangan peneliti Institut Pertanian Bogor, bukan hanya digunakan untuk keperluan mandi, tetapi menjadi wedding gift dan birthday gift karena bentuk, warna, dan aromanya yang dapat disesuaikan dengan pesanan konsumen.

 

Bahkan, beberapa konsumen menginginkan paket sabun transparan untuk hantaran pada waktu pelamaran serta suvenir perusahaan, institusi, dan lembaga lainnya, mengingat sabun transparan itu dapat diproduksi dengan logo perusahaan.

 

Anda yg pertama memberi komentar | Jadikan sebagai favorit (71) | Views: 1226

Selengkapnya...
 
Pemasaran Agroindustri Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Oleh: V-27   
16 Maret 2007

Oleh Handito Hadi Joewono

CPM (Asia Pacifik) - Chapter Presiden IMA Jakarta

 

handito_4.jpgMeskipun hutan, lahan pertanian dan laut kita terus dieksploitasi ternyata masih tetap produktif. Dengan bangga kita masih mengklaim sebagai negara agraris. Kita juga bangga sering kali “terlena” ketika orang asing memuji kesuburan negara kita. Kenyataannya memang demikian, meskipun tingkat kesuburan dan produktivitasnya menurun.

 

Meskipun negara kita subur tetapi kita masih harus mengimpor kedelai untuk pembuatan tempe, tomat untuk produksi saus, gandum untuk mi, bawang putih untuk bumbu dapur dan beragam hasil pertanian lain untuk industri jamu tradisional. Kita memang tdak perlu punya cita-cita swasembada untuk semua hasil produk pertanian. Eranya  memang tidak demikian lagi. Konsumen sudah menggeser kebutuhan dan keinginannya. Konsumen lebih menghargai jaminan kualitas, kenyamanan dan kekhasan produk.

Anda yg pertama memberi komentar | Jadikan sebagai favorit (76) | Views: 3398

Selengkapnya...
 
Jangan tunggu Ratu Adil Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Oleh: V-27   
14 Maret 2007

 

oleh : Handito Hadi Joewono

CPM Asia Pacific - Managing Partner Arrbey Indonesia

handito_5.jpgTidak ada yang sama. Setiap konsumen pada dasarnya unik. Di pasar ritel, keunikan konsumen tersebut diperhatikan melalui langkah 'generalisasi' dengan melakukan segmentasi pasar. Pada serial tulisan Kunci Pemasaran lalu, diuraikan beragam metoda segmentasi pasar. Bagaimana kalau konsumen yang dilayani merupakan pasar bisnis?

 

Pasar bisnis atau business to business market merupakan kumpulan dari pasar potensial yang terdiri atas perusahaan, instansi pemerintah, organisasi, atau sekelompok konsumen perorangan yang punya kemampuan beli cukup besar.

Komentar (1) | Jadikan sebagai favorit (78) | Views: 1109

Selengkapnya...
 
Depdiknas Jangan Ambil Kebijakan Seragam Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Oleh: V-27   
08 Maret 2007

warta ekonomi

 

Bagi Totok Amin Soefijanto, penerimaan mahasiswa baru secara online bukanlah sesuatu yang mustahil dilaksanakan di Indonesia. Malah menurut Doktor di University School of Education, Boston, AS, dengan tesis "College Professors' Perceptions on Mobile Computing: A Postmodernism Professionalism Perspective" ini idealnya pendaftaran secara online bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja asal si calon mahasiswa sendiri siap. "Kendala kita adalah akses ke internet. Kita belum memiliki cukup banyak fasilitas komputer yang tersambung online sampai ke pelosok daerah," kata peraih S2 dalam bidang Educational Media and Technology ini.

 

Berikut penuturan lebih jauh Totok kepada Andy Zoeltom dan Faizah Rozy dari Suplement E-government Warta Ekonomi.

Anda yg pertama memberi komentar | Jadikan sebagai favorit (83) | Views: 1041

Selengkapnya...
 
Bank Syariah Mandiri Anggarkan Rp 25 Millar untuk IT Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Oleh: V-27   
02 Maret 2007

JAKARTA - PT Bank Syariah Mandiri menganggarkan belanja modal pengadaan informasi teknologi sebesar Rp 25 miliar untuk tahun 2005. Angka ini relatif sama dibandingkan tahun lalu. Demikian diutarakan Ogi Prastomiyono, Direktur kepatuhan dan manajemen risiko BSM, seusai acara penandatanganan kerjasama implementasi Sigma Aprova, di kantor pusat BSM Jakarta, Senin (23/7/5). Acara penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama BSM, Nurdin Hasibuan bersama Presiden Direktur Sigma Cipta Caraka, Djarot Subiantoro.

 

Menurut Nurdin Hasibuan, implementasi teknologi ini dimaksudkan untuk mempercepat proses persetujuan pembiayaan yang akan diberikan untuk nasabah consumer maupun korporat. "Kerjasama ini akan semakin mempermudah proses kerja dalam proses pembiayaan di BSM dan pengambilan keputusan secara cepat," ujar dia.

Anda yg pertama memberi komentar | Jadikan sebagai favorit (75) | Views: 899

Selengkapnya...
 
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB